tersenyum matahari memagut pagi
berlindungku di balik kabut sepi
menanti hati pada jiwa jiwa yang mengabdi
berujung hiruk hari kan menanti
terbuka mata memuja mimpi
saat kenyataan mengobrak abrik hati
menuai kalbu dirajam sang kamil
kala dosa ini terus menggelayut tak bergeming
aku bertuai pada sesal
saat aku tersadar dan terbelalak
malam tadi aku lupa sembahyang
terus dan terus bergumul pada seksi tubuh dunia
namun pagi datang membawa pesan
takkan terhambat Tuhan memandang
saat rasa kembali datang menerjang
dan waktu tetap berputar
ada harap tanpa balas
meski doa ada dan terus berkumandang
san surya membawa pesan
Tuhan kan tetap tersnyum menerima segala airmata dan sesal
duh....sang gusti yang maha agung
masihkah sadar ku harap kan hadir Mu
kala bumi ini menyudutkan waktu
hingga tak berkesudahan ku melupakn MU
dan.........
Tuhanpun kan tetap tersenyum
Rabu, 21 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar